Cara Membaca Soket CDI Semua Motor, Mio, Shogun, dan Ninja!

Rizal Cemerlang

Cara Membaca Soket CDI Semua Motor
Source: www.bikeexif.com

Mengetahui cara membaca soket CDI semua motor mungkin jadi salah satu hal yang penting dipahami oleh para pecinta otomotif. Pasalnya informasi tersebut sangat membantu dalam menjaga maupun meningkatkan performa unit roda dua milik kalian.

CDI sendiri adalah sebuah rangkaian elektronik yang mengatur waktu dan intensitas percikan api pada busi, sehingga mempengaruhi performa dan efisiensi motor. Itulah sebabnya cara membaca soket CDI semua motor menjadi cukup penting.

Setiap pabrikan motor memiliki desain dan kode warna kabel berbeda-beda, sesuai dengan sistem kelistrikan yang digunakan. Cukup memahami cara membaca soket CDI semua motor saja, maka nantinya komponen ini akan mudah dikenali bahkan secara spesifik.

Itulah mengapa kalian perlu mengetahui cara membaca soket CDI semua motor dengan mudah dan benar. Dengan begitu, kita bisa menghindari kesalahan sambungan yang bisa merusak CDI atau komponen lainnya. Selain itu, kita juga bisa memaksimalkan fungsi CDI untuk meningkatkan kinerja motor kita. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Cara Membaca Soket CDI Motor Suzuki

Cara Membaca Soket CDI Motor Suzuki
Source: www.suzuki.co.id

Motor Suzuki memiliki beberapa jenis soket CDI berbeda, tergantung dari tipe dan tahun pembuatannya. Berikut adalah beberapa contoh soket CDI motor Suzuki beserta cara membacanya:

1. Soket CDI Motor Satria 2 Tak (Satria 120R)

Soket CDI Satria 2 Tak memiliki lima kabel dengan warna dan fungsi sebagai berikut:

  • Kabel warna hijau strip putih: kabel aki 12 volt (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari aki ke CDI.
  • Kabel warna biru strip kuning: kabel pulser, berfungsi untuk memberikan sinyal dari pulser ke CDI, yang menentukan waktu pengapian.
  • Kabel warna hitam strip putih: kabel massa (-), berfungsi untuk menghubungkan CDI dengan rangka motor sebagai titik netral.
  • Kabel warna oranye: kabel kunci kontak (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari kunci kontak ke CDI, yang mengaktifkan atau menonaktifkan CDI.
  • Kabel warna putih strip biru: kabel koil, berfungsi untuk mengirimkan arus listrik dari CDI ke koil, yang kemudian menghasilkan percikan api pada busi.

2. Soket CDI Motor Shogun Kebo (Shogun 110 Lama)

Soket CDI Shogun Kebo memiliki empat kabel dengan warna dan fungsi sebagai berikut:

  • Kabel warna hijau: kabel massa (-), berfungsi untuk menghubungkan CDI dengan rangka motor sebagai titik netral.
  • Kabel warna merah: kabel aki 12 volt (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari aki ke CDI.
  • Kabel warna hitam strip kuning: kabel koil, berfungsi untuk mengirimkan arus listrik dari CDI ke koil, yang kemudian menghasilkan percikan api pada busi.
  • Kabel warna biru strip kuning: kabel pulser, berfungsi untuk memberikan sinyal dari pulser ke CDI, yang menentukan waktu pengapian.

3. Soket CDI Motor Shogun 110R New

Soket CDI Shogun 110R New memiliki empat kabel dengan warna dan fungsi sebagai berikut:

  • Kabel warna hitam strip putih: kabel massa (-), berfungsi untuk menghubungkan CDI dengan rangka motor sebagai titik netral.
  • Kabel warna biru strip hijau: kabel pulser, berfungsi untuk memberikan sinyal dari pulser ke CDI, yang menentukan waktu pengapian.
  • Kabel warna putih strip biru: kabel koil (+), berfungsi untuk mengirimkan arus listrik dari CDI ke koil, yang kemudian menghasilkan percikan api pada busi.
  • Kabel warna oranye: kabel aki 12 volt (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari aki ke CDI.

4. Soket CDI Motor Smash 110R Lama

Soket CDI Smash 110R Lama memiliki empat kabel dengan warna dan fungsi sebagai berikut:

  • Kabel warna putih strip biru: kabel koil, berfungsi untuk mengirimkan arus listrik dari CDI ke koil, yang kemudian menghasilkan percikan api pada busi.
  • Kabel warna hijau strip putih: kabel massa (-), berfungsi untuk menghubungkan CDI dengan rangka motor sebagai titik netral.
  • Kabel warna hitam strip putih: kabel pulser, berfungsi untuk memberikan sinyal dari pulser ke CDI, yang menentukan waktu pengapian.
  • Kabel warna hitam: kabel massa (-), berfungsi untuk menghubungkan CDI dengan rangka motor sebagai titik netral.

5. Soket CDI Motor Smash 110R New

Soket CDI Smash 110R New memiliki empat kabel dengan warna dan fungsi sebagai berikut:

  • Kabel warna putih strip biru: kabel koil, berfungsi untuk mengirimkan arus listrik dari CDI ke koil, yang kemudian menghasilkan percikan api pada busi.
  • Kabel warna hijau strip putih: kabel massa (-), berfungsi untuk menghubungkan CDI dengan rangka motor sebagai titik netral.
  • Kabel warna hitam strip putih: kabel pulser, berfungsi untuk memberikan sinyal dari pulser ke CDI, yang menentukan waktu pengapian.
  • Kabel warna oranye: kabel aki 12 volt (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari aki ke CDI.

Cara Membaca Soket CDI Motor Honda

Cara Membaca Soket CDI Motor Honda
Source: www.zigwheels.ph

Motor Honda juga memiliki beberapa jenis soket CDI yang berbeda, tergantung dari tipe dan tahun pembuatannya. Berikut ini adalah beberapa contoh soket CDI motor Honda dan cara membacanya:

1. Soket CDI Beat, Vario, Grand, Tiger, Karisma

Soket CDI motor Honda yang satu ini memiliki tujuh kabel dengan warna dan fungsi sebagai berikut:

  • Kabel warna hijau: kabel massa (-), berfungsi untuk menghubungkan CDI dengan rangka motor sebagai titik netral.
  • Kabel warna merah: kabel aki 12 volt (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari aki ke CDI.
  • Kabel warna hitam: kabel kunci kontak (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari kunci kontak ke CDI, yang mengaktifkan atau menonaktifkan CDI.
  • Kabel warna putih: kabel alternator pengisian (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari alternator ke CDI, yang juga menghidupkan lampu dekat.
  • Kabel warna kuning: kabel lampu jauh (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari CDI ke lampu jauh, yang diaktifkan oleh saklar lampu.
  • Kabel warna biru: kabel lampu jauh (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari CDI ke lampu jauh, yang diaktifkan oleh saklar lampu.
  • Kabel warna abu-abu: kabel flaser (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari CDI ke flaser, yang diaktifkan oleh saklar flaser.
  • Kabel warna biru laut: kabel sein kanan (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari CDI ke sein kanan, yang diaktifkan oleh saklar sein.
  • Kabel warna putih merah: kabel pulser (+), berfungsi untuk memberikan sinyal dari pulser ke CDI, yang menentukan waktu pengapian.
  • Kabel warna hijau hitam: kabel rem (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari CDI ke lampu rem, yang diaktifkan oleh saklar rem
  • Kabel warna hitam kuning: kabel koil (+), berfungsi untuk mengirimkan arus listrik dari CDI ke koil, yang kemudian menghasilkan percikan api pada busi.

2. Soket CDI Supra X 125, Revo 110, Blade 110

Soket CDI motor Honda yang satu ini memiliki enam kabel dengan warna dan fungsi sebagai berikut:

  • Kabel warna hijau: kabel massa (-), berfungsi untuk menghubungkan CDI dengan rangka motor sebagai titik netral.
  • Kabel warna merah: kabel aki 12 volt (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari aki ke CDI.
  • Kabel warna hitam: kabel kunci kontak (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari kunci kontak ke CDI, yang mengaktifkan atau menonaktifkan CDI.
  • Kabel warna putih: kabel alternator pengisian (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari alternator ke CDI, yang juga menghidupkan lampu dekat.
  • Kabel warna biru: kabel pulser (+), berfungsi untuk memberikan sinyal dari pulser ke CDI, yang menentukan waktu pengapian.
  • Kabel warna hitam kuning: kabel koil (+), berfungsi untuk mengirimkan arus listrik dari CDI ke koil, yang kemudian menghasilkan percikan api pada busi.

3. Soket CDI Mega Pro, GL Pro, GL Max, CB 100

Soket CDI motor Honda yang satu ini memiliki lima kabel dengan warna dan fungsi sebagai berikut:

  • Kabel warna hijau: kabel massa (-), berfungsi untuk menghubungkan CDI dengan rangka motor sebagai titik netral.
  • Kabel warna merah: kabel aki 12 volt (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari aki ke CDI.
  • Kabel warna hitam: kabel kunci kontak (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari kunci kontak ke CDI, yang mengaktifkan atau menonaktifkan CDI.
  • Kabel warna biru: kabel pulser (+), berfungsi untuk memberikan sinyal dari pulser ke CDI, yang menentukan waktu pengapian.
  • Kabel warna hitam kuning: kabel koil (+), berfungsi untuk mengirimkan arus listrik dari CDI ke koil, yang kemudian menghasilkan percikan api pada busi.

Cara Membaca Soket CDI Motor Yamaha

Cara Membaca Soket CDI Motor Yamaha
Source: www.yamaha-motor.co.id

Motor Yamaha juga memiliki beberapa jenis soket CDI yang berbeda, tergantung dari tipe dan tahun pembuatannya. Berikut ini adalah beberapa contoh soket CDI motor Yamaha dan cara membacanya:

1. Soket CDI Jupiter Z, Vega ZR, Vega R, Jupiter MX

Soket CDI motor Yamaha yang satu ini memiliki tujuh kabel dengan warna dan fungsi sebagai berikut:

  • Kabel warna hitam: kabel massa (-), berfungsi untuk menghubungkan CDI dengan rangka motor sebagai titik netral.
  • Kabel warna merah: kabel aki 12 volt (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari aki ke CDI.
  • Kabel warna biru: kabel pulser (+), berfungsi untuk memberikan sinyal dari pulser ke CDI, yang menentukan waktu pengapian.
  • Kabel warna hitam kuning: kabel koil (+), berfungsi untuk mengirimkan arus listrik dari CDI ke koil, yang kemudian menghasilkan percikan api pada busi.
  • Kabel warna putih: kabel alternator pengisian (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari alternator ke CDI, yang juga menghidupkan lampu dekat.
  • Kabel warna kuning: kabel lampu jauh (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari CDI ke lampu jauh, yang diaktifkan oleh saklar lampu.
  • Kabel warna hijau: kabel lampu jauh (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari CDI ke lampu jauh, yang diaktifkan oleh saklar lampu.

2. CDI Mio, Mio Soul, Mio J, Mio GT

Soket CDI motor Yamaha yang satu ini memiliki delapan kabel dengan warna dan fungsi sebagai berikut:

  • Kabel warna hitam: kabel massa (-), berfungsi untuk menghubungkan CDI dengan rangka motor sebagai titik netral.
  • Kabel warna merah: kabel aki 12 volt (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari aki ke CDI.
  • Kabel warna biru: kabel pulser (+), berfungsi untuk memberikan sinyal dari pulser ke CDI, yang menentukan waktu pengapian.
  • Kabel warna hitam kuning: kabel koil (+), berfungsi untuk mengirimkan arus listrik dari CDI ke koil, yang kemudian menghasilkan percikan api pada busi.
  • Kabel warna putih: kabel alternator pengisian (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari alternator ke CDI, yang juga menghidupkan lampu dekat.
  • Kabel warna kuning: kabel lampu jauh (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari CDI ke lampu jauh, yang diaktifkan oleh saklar lampu.
  • Kabel warna hijau: kabel lampu jauh (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari CDI ke lampu jauh, yang diaktifkan oleh saklar lampu.
  • Kabel warna coklat: kabel kunci kontak (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari kunci kontak ke CDI, yang mengaktifkan atau menonaktifkan CDI.

3. Soket CDI RX King, RX Spesial, RX K

Soket CDI motor Yamaha yang satu ini memiliki lima kabel dengan warna dan fungsi sebagai berikut:

  • Kabel warna hitam: kabel massa (-), berfungsi untuk menghubungkan CDI dengan rangka motor sebagai titik netral.
  • Kabel warna merah: kabel aki 12 volt (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari aki ke CDI.
  • Kabel warna biru: kabel pulser (+), berfungsi untuk memberikan sinyal dari pulser ke CDI, yang menentukan waktu pengapian.
  • Kabel warna hitam kuning: kabel koil (+), berfungsi untuk mengirimkan arus listrik dari CDI ke koil, yang kemudian menghasilkan percikan api pada busi.
  • Kabel warna putih: kabel alternator pengisian (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari alternator ke CDI, yang juga menghidupkan lampu dekat.

Cara Membaca Soket CDI Motor Kawasaki

Cara Membaca Soket CDI Motor Kawasaki
Source: voi.id

Motor Kawasaki juga memiliki beberapa jenis soket CDI yang berbeda, tergantung dari tipe dan tahun pembuatannya. Berikut ini adalah beberapa contoh soket CDI motor Kawasaki dan cara membacanya:

1. Soket CDI Ninja 150R, Ninja 150RR, Ninja 150SS

Soket CDI motor Kawasaki yang satu ini memiliki tujuh kabel dengan warna dan fungsi sebagai berikut:

  • Kabel warna hitam: kabel massa (-), berfungsi untuk menghubungkan CDI dengan rangka motor sebagai titik netral.
  • Kabel warna merah: kabel aki 12 volt (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari aki ke CDI.
  • Kabel warna biru: kabel pulser (+), berfungsi untuk memberikan sinyal dari pulser ke CDI, yang menentukan waktu pengapian.
  • Kabel warna hitam kuning: kabel koil (+), berfungsi untuk mengirimkan arus listrik dari CDI ke koil, yang kemudian menghasilkan percikan api pada busi.
  • Kabel warna putih: kabel alternator pengisian (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari alternator ke CDI, yang juga menghidupkan lampu dekat.
  • Kabel warna kuning: kabel lampu jauh (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari CDI ke lampu jauh, yang diaktifkan oleh saklar lampu.
  • Kabel warna hijau: kabel lampu jauh (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari CDI ke lampu jauh, yang diaktifkan oleh saklar lampu.

2. Soket CDI Kaze R, Kaze ZX, Kaze Zone

Soket CDI motor Kawasaki yang satu ini memiliki lima kabel dengan warna dan fungsi sebagai berikut:

  • Kabel warna hitam: kabel massa (-), berfungsi untuk menghubungkan CDI dengan rangka motor sebagai titik netral.
  • Kabel warna merah: kabel aki 12 volt (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari aki ke CDI.
  • Kabel warna biru: kabel pulser (+), berfungsi untuk memberikan sinyal dari pulser ke CDI, yang menentukan waktu pengapian.
  • Kabel warna hitam kuning: kabel koil (+), berfungsi untuk mengirimkan arus listrik dari CDI ke koil, yang kemudian menghasilkan percikan api pada busi.
  • Kabel warna putih: kabel alternator pengisian (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari alternator ke CDI, yang juga menghidupkan lampu dekat.

Cara Membaca Soket CDI Motor China

Cara Membaca Soket CDI Motor China
Source: www.bennetts.co.uk

Motor China juga memiliki beberapa jenis soket CDI yang berbeda, tergantung dari tipe dan tahun pembuatannya. Berikut ini adalah beberapa contoh soket CDI motor China dan cara membacanya:

1. Soket CDI Motor China 4 Pin

Soket CDI motor China yang satu ini memiliki empat kabel dengan warna dan fungsi sebagai berikut:

  • Kabel warna hitam: kabel massa (-), berfungsi untuk menghubungkan CDI dengan rangka motor sebagai titik netral.
  • Kabel warna merah: kabel aki 12 volt (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari aki ke CDI.
  • Kabel warna biru: kabel pulser (+), berfungsi untuk memberikan sinyal dari pulser ke CDI, yang menentukan waktu pengapian.
  • Kabel warna hitam kuning: kabel koil (+), berfungsi untuk mengirimkan arus listrik dari CDI ke koil, yang kemudian menghasilkan percikan api pada busi.

2. Soket CDI Motor China 5 Pin

Soket CDI motor China yang satu ini memiliki lima kabel dengan warna dan fungsi sebagai berikut:

  • Kabel warna hitam: kabel massa (-), berfungsi untuk menghubungkan CDI dengan rangka motor sebagai titik netral.
  • Kabel warna merah: kabel aki 12 volt (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari aki ke CDI.
  • Kabel warna biru: kabel pulser (+), berfungsi untuk memberikan sinyal dari pulser ke CDI, yang menentukan waktu pengapian.
  • Kabel warna hitam kuning: kabel koil (+), berfungsi untuk mengirimkan arus listrik dari CDI ke koil, yang kemudian menghasilkan percikan api pada busi.
  • Kabel warna hijau: kabel kunci kontak (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari kunci kontak ke CDI, yang mengaktifkan atau menonaktifkan CDI.

3. Soket CDI Motor China 6 Pin

Soket CDI motor China yang satu ini memiliki enam kabel dengan warna dan fungsi sebagai berikut:

  • Kabel warna hitam: kabel massa (-), berfungsi untuk menghubungkan CDI dengan rangka motor sebagai titik netral.
  • Kabel warna merah: kabel aki 12 volt (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari aki ke CDI.
  • Kabel warna biru: kabel pulser (+), berfungsi untuk memberikan sinyal dari pulser ke CDI, yang menentukan waktu pengapian.
  • Kabel warna hitam kuning: kabel koil (+), berfungsi untuk mengirimkan arus listrik dari CDI ke koil, yang kemudian menghasilkan percikan api pada busi.
  • Kabel warna hijau: kabel kunci kontak (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari kunci kontak ke CDI, yang mengaktifkan atau menonaktifkan CDI.
  • Kabel warna putih: kabel alternator pengisian (+), berfungsi untuk memberikan arus listrik dari alternator ke CDI, yang juga menghidupkan lampu dekat.

Tips Memilih dan Memasang CDI

Tips Memilih dan Memasang CDI
Source: offroad-bulgaria.com

Setelah mengetahui cara membaca soket CDI semua motor, kita juga perlu mengetahui tips dan trik memilih dan memasang CDI yang sesuai dengan kebutuhan. Berikut ini adalah beberapa tips dan trik yang bisa dilakukan ketika hendak memilih maupun memasang CDI.

1. Pilih CDI Berdasarkan Tipe dan Tahun Pembuatan Motor

Jangan sembarangan memasang CDI yang tidak cocok, karena bisa menyebabkan kerusakan pada CDI atau komponen lainnya. Jika kita ingin mengganti CDI dengan jenis yang berbeda, misalnya CDI racing atau CDI rakitan, pastikan bahwa soket CDI dan kabel-kabelnya sama dengan CDI bawaan motor kita. Jika tidak, kita perlu melakukan modifikasi soket atau kabel dengan hati-hati.

2. Periksa Kondisi CDI Sebelum Memasang

Pastikan bahwa CDI tidak rusak, kotor, atau berkarat. Bersihkan CDI dengan kain kering atau lap alkohol jika perlu. Jangan memasang CDI yang basah atau lembab, karena bisa menyebabkan korsleting atau kebakaran.

3. Pasang CDI dengan Benar dan Rapi

Pastikan bahwa soket CDI dan kabel-kabelnya terhubung dengan kuat dan tidak ada yang longgar atau terlepas. Gunakan isolasi atau selotip jika perlu untuk mengamankan sambungan. Jangan memotong atau menyambung kabel sembarangan, karena bisa mengganggu arus listrik atau sinyal. Jangan memasang CDI di tempat yang panas atau terkena air, karena bisa merusak CDI atau mengurangi umur pakainya.

4. Tes Kinerja CDI Setelah Pemasangan

Nyalakan motor dan lihat apakah ada perbedaan pada performa atau efisiensi motor kita. Jika ada, berarti CDI sudah bekerja dengan baik. Jika tidak ada, berarti CDI tidak cocok atau ada yang salah pada pemasangannya. Cek kembali soket CDI dan kabel-kabelnya, atau ganti CDI dengan yang lain.

Kesimpulan

Demikianlah artikel tentang cara membaca soket CDI semua motor dengan mudah dan benar. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kalian yang ingin memahami fungsi dan cara kerja CDI, atau yang ingin mengganti atau memodifikasi CDI dengan jenis yang berbeda.

Bagikan:

Tags